Browse Category: Tak Berkategori

Paul Pogba Dianggap Sudah Waktunya Untuk Angkat Kaki Dari MU

Baru-baru ini kabar datang dari mantan gelandang Manchester United Kleberson yang ikut memberikan pendapatnya mengenai situasi pemain berusia 26 tahun, Paul Pogba di klub. Ia mengatakan kalau Pogba sudah saatnya untuk meninggalkan Old Trafford. Belakangan ini juga banyak berita dan kabar yang memberitakan tentang pemain berdarah Prancis ini.

Pogba kembali ke Manchester pada tahun 2016 silam setelah tampil mengesankan bersama Juventus. Akan tetapi, mantan pemain termahal dunia itu sedang mengalami situasi yang sulit di klub. Dan masih mengalami ketidak jelasan yang pasti di MU.

Pogba terus menerus mendapatkan kritikan yang tidak mengenakan karena tidak mampu bermain konsisten selama tiga tahun belakangan ini. Alhasil, masa depan sang pemain sekarang sedang menjadi bahan spekulasi yang muncul di media.

Dan kabarnya pemain asal Prancis itu sekarang sudah siap untuk hengkang dari Setan Merah lagi. Agennya Mino Raiola menyatakan bahwa Pogba sangat ingin meninggalkan klub.

Kleberson sangat mendukung apabila Pogba ingin meninggalkan klub. Menurutnya, sekarang adalah waktu yang tepat bagi sang pemain untuk mencari tantangan dan pengalaman baru di klub lain.

“Ini langkah yang tepat untuk menjual Paul Pogba, dia pemain hebat dan bakatnya tidak bisa dipercaya,” kata Kleberson seperti dikutip talkSPORT.

Tidak Cocok

Kleberson tidak memungkiri kalau Pogba adalah pemain yang mempunyai kemampuan yang sangat bagus. Namun sayangnya, sang pemain mengakui jika kurang cocok dengan gaya permainan Setan Merah.

“Tapi gayanya sedikit berbeda, dan tidak seperti yang dibutuhkan Man United. Dia bisa menggunakan kesempatan ini sekarang untuk pergi dan memulai awal yang baru, bermain dalam suasana yang berbeda, dan merangkul tantangan baru,” kata Kleberson kepada reporter situs poker online.

“Terkadang sulit untuk datang ke Manchester United dan beradaptasi untuk bermain gaya tertentu. Itu tidak berarti dia bukan pemain bagus dengan kualitas hebat.

“Ada banyak kritik di sekitar para pemain, terkadang itu tidak selalu berjalan dengan baik.

“Anda bekerja keras, anda ingin tampil untuk tim, tetapi ada beberapa hal yang salah, dan ini bisa di luar kendali anda.” Ujarnya.

Sudah Bermain Bagus

Kleberson lebih lanjut menyatakan keyakinannya pada pemain Prancis itu yang sudah bermain bagus untuk United. Namun, ia belum mampu menunjukkan standar yang tinggi seperti di Piala Dunia tahun lalu. Ditambah dengan kritikan yang terus datang untuk Pogba sampai akhirnya Pogba pun juga memilih untuk angkat kaki.

“Paul Pogba sudah memainkan lebih banyak pertandingan, lebih banyak peluang daripada saya ketika saya masih di Man United. Saya mengalami banyak cedera di sana,” lanjutnya.

“Dia bermain bagus sejak berada di sana tetapi tidak ke level yang seharusnya kita harapkan darinya. Ketika ia bermain untuk Prancis, kita melihatnya, ia adalah bagian besar dari mereka yang memenangkan Piala Dunia. Ia adalah detak jantung tim Prancis.” Tutupnya.

Harga Terlalu Mahal, MU Bisa Membayar Setengah Harga Untuk Harry Maguire

Rencana yang di siapkan Manchester United untuk mendatangkan pria berusia 26 tahun, Harry Maguire di musim panas ini sepertinya akan mengalami jalan yang tidak mulut dan sulit. Setan Merah diberitakan hanya bersedia membayar setengah dari harga yang ditetapkan oleh Leicester United yang di mulai pada musim panas.

Jika di lihat sebelumnya, musim lalu nama Maguire gencar diberitakan menjadi target transfer United. Bek Timnas Inggris menjadi prioritas soal transfer Jose Mourinho pada saat itu, namun keberuntungan sedang tidak berpihak pada mereka karena gagal mendatangkan sang bek hingga deadline bursa transfer musim panas ini.

Rencana Mourinho untuk merekrut Maguire tetap dilanjutkan oleh penerusnya, Ole Gunnar Solskjaer. Solskjaer percaya bahwa bek 26 tahun itu mampu menyelesaikan banyaknya permasalahan lini pertahanan rapuh Setan Merah yang di laksanakan pada musim depan, untuk itu mereka akan mencoba berusaha mendatangkan Maguire di musim panas ini karena keberuntungan kan tidak ada yang tahu mungkin saja bisa di dapatkan.

Namun seperti yang dilansir dari ESPN FC, peluang United untuk mendatangkan Maguire sangat kecil. Pasalnya mereka hanya bersedia membayar setengah dari harga yang ditetapkan Leicester untuk Maguire. Menurutnya harga Maguire memang terbilang mahal.

Dan pada akhir 2018 kemarin, Manajemen The Foxes berhasil meyakinkan Maguire untuk meneken kontrak baru di King Power Stadium dan tentu Maguire ingin segera berkarir kembali ditengah lapangan. Dan kabarnya ia akan bertahan dan sudah menekan kontrak di sana hingga tahun 2023 mendatang.

Pantas saja jika Leicester memberikan dan mematok harga transfer yang cukup tinggi untuk Maguire. Mereka menginginkan sekitar 80 juta pounds untuk mantan bek Hull City tersebut. Itu adalah angka yang sangat tinggi.

Untuk itu pantas saja United diberitakan enggan menebus harga semahal itu. Namun mereka mengajukan untuk mendatangkan Maguire di angka 40 juta pounds setengah harga, oleh karenanya kedua tim tidak kunjung menyepakati transfer tersebut. Dan tidak usai persoalan ini.

Rencanakan Opsi Lain

Menurut beberapa laporan yang sama, pihak Manchester United saat ini tentu sedang menyiapkan rencana pilihan lain jika mereka memang sudah fix dinyatakan gagal mendatangkan Maguire di musim panas ini.

Berikut ini nama pertama yang mereka akan datangkan adalah Toby Alderweireld. Pria berusia 30 tahun, Bek Tottenham Hotspur itu dinilai punya kemampuan di atas rata-rata sehingga ia di harapkan dan juga dinilai bakal jadi tambahan yang bagus untuk kemajuan Setan Merah.

Tidak hanya itu, yang kedua United juga melirik bek muda usia 22 tahun, West Ham United, Issa Diop dan mereka menilai punya talenta yang besar tidak kalah kerennya dengan Toby. Untuk menjadi bek papan atas dunia di masa depan. Demi nasib Red Devil yang saat ini sedang dibidik oleh situs poker online https://bet789casino.com dari Indonesia.

Aaron Wan-Bissaka Mulai Di Lirik MU, Sampai Diogo Dalot Ingin Buktikan Kerja Kerasnya

Bek muda Manchester United berusia 20 tahun angkat bicara dan menegaskan niatan untuk membuktikan kemampuannya pada Ole Gunnar Solskjaer di tengah gencarnya berita yang beredar bahwa klub tersebut mengincar pemain muda juga namun setahun lebih tua yaitu 21 tahun, Aaron Wan-Bissaka.

Belakangan ini muncul kabar bahwa Solskjaer tengah berburu bek baru. Tepatnya pos bek kanan, untuk pria berusia 21 tahun Aaron mempunyai posisi yang tepat.

Manajer asal Norwegia itu mencari bek kanan karena stok di pos tersebut berkurang musim depan. Pasalnya Antonio Valencia sebagai bek kanan, musim depan bakal hengkang dari Old Trafford. Untuk itu berburu bek baru menjadi salah satu fokusnya yang saat ini ia incar.

Selain itu ada juga Matteo Darmian. Kabarnya ia bisa hengkang dan balik ke kampung halamannya di italia.

Lalu berita yang sedang beredar ini MU kemudian dikait-kaitkan dengan bek kanan milik Crystal Palace, Wan-Bissaka. United sudah mempunyai rencana yang dikabarkan siap menebusnya dengan harga 40 juta pounds.

Namun jangan terlalu berharap dulu, karena ada hal yang tidak enak datang dari tawaran tersebut dimana ternyata ditolak oleh Palace. The Eagles kabarnya ingin mereka membelinya seharga 60 juta pounds. Angka yang berbeda dari yang di ajukan MU.

Siap Buktikan Diri

MU nyatanya memang kesulitan untuk mendatangkan Wan-Bissaka. Namun pemain lebih muda dari Wan-Bissaka ini, Dalot menyatakan MU tak perlu khawatir jika gagal mendatangkannya karena ia siap membuktikan diri dan tampil lebih baik musim depan. Dengan beritanya MU sedang incar Wan-Bissaka ini Dalot semakin berusaha keras untuk membanggakan MU.

“Saya ingin membuat pernyataan di tim dan bermain sebanyak mungkin di bek kanan karena saya pikir itu adalah posisi terbaik saya. Saya hanya perlu membuktikan itu kepada manajer dengan pekerjaan saya,” serunya pada situs resmi MU dan yang dilansir oleh situs agen bola https://bet789casino.com

Musim 2018-19 ini, Dalot mempunyai sejarah sudah tampil sebanyak 23 kali di semua ajang kompetisi dan menyumbangkan tiga assist. Ia mengaku performanya secara keseluruhan memang kurang mengesankan dan kurang mempersembahkan banyak skor, namun ia melihat masih ada sisi positif yang bisa ia petik di musim perdananya ini. Dan ia akan berjuang lebih keras lagi untuk membela klubnya.

“Pada akhir musim, hasilnya tidak seperti yang kami inginkan. Tapi saya bisa mengatakan itu adalah musim yang besar bagi saya,” ujarnya.

“Bermain 23 pertandingan, dan saya baru mulai bermain dengan baik dan mendapatkan kebugaran saya pada bulan Desember, jadi sangat baik bagi saya untuk memiliki kesempatan bermain di beberapa posisi berbeda,” tutur Dalot.

Matthijs De Ligt Menjadi Opsi Pertama MU, Jika Gagal Mendapatkannya Tak Akan Mengejar Yang Lain

Kepala eksekutif yang mengawasi operasi klub Manchester United, Ed Woodward yang kini masih dikabarkan terus berusaha mati-matian untuk mendatangkan bek tengah Ajax Amsterdam pria muda berusia 19 tahun, Matthijs De Ligt. Pihak Setan Merah mempunyai pandangan sendiri dengan pemain muda De Ligt ini sebagai target utama di bursa transfer musim panas ini yang mereka harapkan untuk menyelesaikan masalah mereka.

De Ligt menjadi pemain dengan aset terpanas pada bursa transfer kali ini. Walaupun usianya masih berusia 19 tahun, dia sudah mempunyai sejarah yang cukup ia jadikan sebagai modalnya. De Ligt bahkan sudah dipercaya mengenakan ban kapten Ajax dan menjadi pemain inti timnas senior Belanda. Semoga De Ligt bisa konsisten menunjukkan kemampuannya.

Pemain seperti itu jelas tidak akan disia-siakan raksasa-raksasa Eropa. Awalnya, MU hanya bersaing dengan Barcelona saat memperebutkan De Ligt, tetapi PSG kemudian ikut terjun dalam pemburuan De Ligt dan membuat negosiasi semakin sulit. Tentunya MU tetap harus mempertahankannya demi mendapatkan pemain muda asal Belanda tersebut.

MU sempat berada di posisi aman dengan lebih dulu mengejar Barca, namun sesudah itu terdorong mundur dengan Barca karena bisa menjanjikan trofi. MU pun tidak ingin kalah dan mereka juga masih berharap bisa merayu De Ligt, ada hal yang berbeda yang mau di coba yaitu mereka dikabarkan ingin meniru langkah Liverpool ketika mendaratkan Virgil van Dijk dengan penuh usaha.

Namun ternyata ada informasi, menurut laporan yang baru saja di dapatkan dari Independent, sangat di sayangkan MU kian tertinggal dari Barcelona dan PSG (yang banyak di dukung oleh situs judi online) dalam negosiasi De Ligt. Daya tawar Setan Merah lemah meski menjanjikan satu spot di tim inti. Namun keputusan De Ligt memilih klub mana belum terlihat.

MU sudah sempat tidak mempunyai harapan lagi, karena ternyata mereka tak punya alternatif lain. Kabarnya, Ed Woodward sudah tidak ada opsi lain dan akan menyudahi pencarian bek tengah apabila benar-benar gagal merayu De Ligt.

Keputusan akhirnya sudah jelas akan mengeluarkan amarah fans setia MU. Setelah pencapaian musim 2018/19 yang begitu buruk dan belum ada kemajuan, mereka harus segera memikirkan dan kembali untuk membangun skuad dengan pemain-pemain terbaik, tetapi sepertinya Ed Woodward tidak memahami itu dan tidak terlalu luas membuat perencanaan yang lebih baik.

Bek Tengah MU

Saat ini satu-satunya bek tengah MU yang terbilang cukup baik adalah Victor Lindelof. Opsi lain masih masuk dalam kategori cukup baik seperti Chris Smalling, Phil Jones, dan Eric Baily walaupun mereka tidak pernah menemukan konsistensi permainan. Bek tengah MU hanya tak cukup bagus. Untuk itu MU benar-benar membutuhkan Matthijs de Ligt sebagai calon Bek Tengah yang bisa berharap bisa memajukan klub.

Sebenarnya masih ada nama pemain berusia 29 tahun Marcos Rojo, tetapi pemain Argentina ini selalu berurusan dengan cedera dengan jaga waktu yang cukup panjang. Untuk itu ini menjadi pertimbangan karena kesempatan saat ia bermain hanya bisa dihitung dengan jari.

Menurut rumor yang beredar, selain De Ligt, MU ternyata juga diam-diam mengamati situasi Kalidou Koulibaly dan Harry Maguire. Namun ada beberapa yang di fikirkan kembali oleh MU karena Koulibaly terlalu memberikan harga yang merogoh kocek yang banyak alias mahal, dan tentu MU tidak mau memenuhi permintaan harga Napoli.

Kalau alasan kedua untuk Maguire, yaitu MU harus bersaing dengan Manchester City karena bukan hanya MU yang berusaha mendapatkannya Man Citypun tak mau kalah, yang berarti mereka tak bisa hanya menawarkan uang. Dan juga, kabarnya klub Leicester City Maguire selama ia masih menjalani karirnya tidak berniat melepaskan pilar pertahanan mereka. Namun tetap saja prioritas utama MU Matthijs De Ligt.