Paul Pogba Dianggap Sudah Waktunya Untuk Angkat Kaki Dari MU

Baru-baru ini kabar datang dari mantan gelandang Manchester United Kleberson yang ikut memberikan pendapatnya mengenai situasi pemain berusia 26 tahun, Paul Pogba di klub. Ia mengatakan kalau Pogba sudah saatnya untuk meninggalkan Old Trafford. Belakangan ini juga banyak berita dan kabar yang memberitakan tentang pemain berdarah Prancis ini.

Pogba kembali ke Manchester pada tahun 2016 silam setelah tampil mengesankan bersama Juventus. Akan tetapi, mantan pemain termahal dunia itu sedang mengalami situasi yang sulit di klub. Dan masih mengalami ketidak jelasan yang pasti di MU.

Pogba terus menerus mendapatkan kritikan yang tidak mengenakan karena tidak mampu bermain konsisten selama tiga tahun belakangan ini. Alhasil, masa depan sang pemain sekarang sedang menjadi bahan spekulasi yang muncul di media.

Dan kabarnya pemain asal Prancis itu sekarang sudah siap untuk hengkang dari Setan Merah lagi. Agennya Mino Raiola menyatakan bahwa Pogba sangat ingin meninggalkan klub.

Kleberson sangat mendukung apabila Pogba ingin meninggalkan klub. Menurutnya, sekarang adalah waktu yang tepat bagi sang pemain untuk mencari tantangan dan pengalaman baru di klub lain.

“Ini langkah yang tepat untuk menjual Paul Pogba, dia pemain hebat dan bakatnya tidak bisa dipercaya,” kata Kleberson seperti dikutip talkSPORT.

Tidak Cocok

Kleberson tidak memungkiri kalau Pogba adalah pemain yang mempunyai kemampuan yang sangat bagus. Namun sayangnya, sang pemain mengakui jika kurang cocok dengan gaya permainan Setan Merah.

“Tapi gayanya sedikit berbeda, dan tidak seperti yang dibutuhkan Man United. Dia bisa menggunakan kesempatan ini sekarang untuk pergi dan memulai awal yang baru, bermain dalam suasana yang berbeda, dan merangkul tantangan baru,” kata Kleberson kepada reporter situs poker online.

“Terkadang sulit untuk datang ke Manchester United dan beradaptasi untuk bermain gaya tertentu. Itu tidak berarti dia bukan pemain bagus dengan kualitas hebat.

“Ada banyak kritik di sekitar para pemain, terkadang itu tidak selalu berjalan dengan baik.

“Anda bekerja keras, anda ingin tampil untuk tim, tetapi ada beberapa hal yang salah, dan ini bisa di luar kendali anda.” Ujarnya.

Sudah Bermain Bagus

Kleberson lebih lanjut menyatakan keyakinannya pada pemain Prancis itu yang sudah bermain bagus untuk United. Namun, ia belum mampu menunjukkan standar yang tinggi seperti di Piala Dunia tahun lalu. Ditambah dengan kritikan yang terus datang untuk Pogba sampai akhirnya Pogba pun juga memilih untuk angkat kaki.

“Paul Pogba sudah memainkan lebih banyak pertandingan, lebih banyak peluang daripada saya ketika saya masih di Man United. Saya mengalami banyak cedera di sana,” lanjutnya.

“Dia bermain bagus sejak berada di sana tetapi tidak ke level yang seharusnya kita harapkan darinya. Ketika ia bermain untuk Prancis, kita melihatnya, ia adalah bagian besar dari mereka yang memenangkan Piala Dunia. Ia adalah detak jantung tim Prancis.” Tutupnya.

Harga Terlalu Mahal, MU Bisa Membayar Setengah Harga Untuk Harry Maguire

Rencana yang di siapkan Manchester United untuk mendatangkan pria berusia 26 tahun, Harry Maguire di musim panas ini sepertinya akan mengalami jalan yang tidak mulut dan sulit. Setan Merah diberitakan hanya bersedia membayar setengah dari harga yang ditetapkan oleh Leicester United yang di mulai pada musim panas.

Jika di lihat sebelumnya, musim lalu nama Maguire gencar diberitakan menjadi target transfer United. Bek Timnas Inggris menjadi prioritas soal transfer Jose Mourinho pada saat itu, namun keberuntungan sedang tidak berpihak pada mereka karena gagal mendatangkan sang bek hingga deadline bursa transfer musim panas ini.

Rencana Mourinho untuk merekrut Maguire tetap dilanjutkan oleh penerusnya, Ole Gunnar Solskjaer. Solskjaer percaya bahwa bek 26 tahun itu mampu menyelesaikan banyaknya permasalahan lini pertahanan rapuh Setan Merah yang di laksanakan pada musim depan, untuk itu mereka akan mencoba berusaha mendatangkan Maguire di musim panas ini karena keberuntungan kan tidak ada yang tahu mungkin saja bisa di dapatkan.

Namun seperti yang dilansir dari ESPN FC, peluang United untuk mendatangkan Maguire sangat kecil. Pasalnya mereka hanya bersedia membayar setengah dari harga yang ditetapkan Leicester untuk Maguire. Menurutnya harga Maguire memang terbilang mahal.

Dan pada akhir 2018 kemarin, Manajemen The Foxes berhasil meyakinkan Maguire untuk meneken kontrak baru di King Power Stadium dan tentu Maguire ingin segera berkarir kembali ditengah lapangan. Dan kabarnya ia akan bertahan dan sudah menekan kontrak di sana hingga tahun 2023 mendatang.

Pantas saja jika Leicester memberikan dan mematok harga transfer yang cukup tinggi untuk Maguire. Mereka menginginkan sekitar 80 juta pounds untuk mantan bek Hull City tersebut. Itu adalah angka yang sangat tinggi.

Untuk itu pantas saja United diberitakan enggan menebus harga semahal itu. Namun mereka mengajukan untuk mendatangkan Maguire di angka 40 juta pounds setengah harga, oleh karenanya kedua tim tidak kunjung menyepakati transfer tersebut. Dan tidak usai persoalan ini.

Rencanakan Opsi Lain

Menurut beberapa laporan yang sama, pihak Manchester United saat ini tentu sedang menyiapkan rencana pilihan lain jika mereka memang sudah fix dinyatakan gagal mendatangkan Maguire di musim panas ini.

Berikut ini nama pertama yang mereka akan datangkan adalah Toby Alderweireld. Pria berusia 30 tahun, Bek Tottenham Hotspur itu dinilai punya kemampuan di atas rata-rata sehingga ia di harapkan dan juga dinilai bakal jadi tambahan yang bagus untuk kemajuan Setan Merah.

Tidak hanya itu, yang kedua United juga melirik bek muda usia 22 tahun, West Ham United, Issa Diop dan mereka menilai punya talenta yang besar tidak kalah kerennya dengan Toby. Untuk menjadi bek papan atas dunia di masa depan. Demi nasib Red Devil yang saat ini sedang dibidik oleh situs poker online https://bet789casino.com dari Indonesia.

Aaron Wan-Bissaka Mulai Di Lirik MU, Sampai Diogo Dalot Ingin Buktikan Kerja Kerasnya

Bek muda Manchester United berusia 20 tahun angkat bicara dan menegaskan niatan untuk membuktikan kemampuannya pada Ole Gunnar Solskjaer di tengah gencarnya berita yang beredar bahwa klub tersebut mengincar pemain muda juga namun setahun lebih tua yaitu 21 tahun, Aaron Wan-Bissaka.

Belakangan ini muncul kabar bahwa Solskjaer tengah berburu bek baru. Tepatnya pos bek kanan, untuk pria berusia 21 tahun Aaron mempunyai posisi yang tepat.

Manajer asal Norwegia itu mencari bek kanan karena stok di pos tersebut berkurang musim depan. Pasalnya Antonio Valencia sebagai bek kanan, musim depan bakal hengkang dari Old Trafford. Untuk itu berburu bek baru menjadi salah satu fokusnya yang saat ini ia incar.

Selain itu ada juga Matteo Darmian. Kabarnya ia bisa hengkang dan balik ke kampung halamannya di italia.

Lalu berita yang sedang beredar ini MU kemudian dikait-kaitkan dengan bek kanan milik Crystal Palace, Wan-Bissaka. United sudah mempunyai rencana yang dikabarkan siap menebusnya dengan harga 40 juta pounds.

Namun jangan terlalu berharap dulu, karena ada hal yang tidak enak datang dari tawaran tersebut dimana ternyata ditolak oleh Palace. The Eagles kabarnya ingin mereka membelinya seharga 60 juta pounds. Angka yang berbeda dari yang di ajukan MU.

Siap Buktikan Diri

MU nyatanya memang kesulitan untuk mendatangkan Wan-Bissaka. Namun pemain lebih muda dari Wan-Bissaka ini, Dalot menyatakan MU tak perlu khawatir jika gagal mendatangkannya karena ia siap membuktikan diri dan tampil lebih baik musim depan. Dengan beritanya MU sedang incar Wan-Bissaka ini Dalot semakin berusaha keras untuk membanggakan MU.

“Saya ingin membuat pernyataan di tim dan bermain sebanyak mungkin di bek kanan karena saya pikir itu adalah posisi terbaik saya. Saya hanya perlu membuktikan itu kepada manajer dengan pekerjaan saya,” serunya pada situs resmi MU dan yang dilansir oleh situs agen bola https://bet789casino.com

Musim 2018-19 ini, Dalot mempunyai sejarah sudah tampil sebanyak 23 kali di semua ajang kompetisi dan menyumbangkan tiga assist. Ia mengaku performanya secara keseluruhan memang kurang mengesankan dan kurang mempersembahkan banyak skor, namun ia melihat masih ada sisi positif yang bisa ia petik di musim perdananya ini. Dan ia akan berjuang lebih keras lagi untuk membela klubnya.

“Pada akhir musim, hasilnya tidak seperti yang kami inginkan. Tapi saya bisa mengatakan itu adalah musim yang besar bagi saya,” ujarnya.

“Bermain 23 pertandingan, dan saya baru mulai bermain dengan baik dan mendapatkan kebugaran saya pada bulan Desember, jadi sangat baik bagi saya untuk memiliki kesempatan bermain di beberapa posisi berbeda,” tutur Dalot.

Matthijs De Ligt Menjadi Opsi Pertama MU, Jika Gagal Mendapatkannya Tak Akan Mengejar Yang Lain

Kepala eksekutif yang mengawasi operasi klub Manchester United, Ed Woodward yang kini masih dikabarkan terus berusaha mati-matian untuk mendatangkan bek tengah Ajax Amsterdam pria muda berusia 19 tahun, Matthijs De Ligt. Pihak Setan Merah mempunyai pandangan sendiri dengan pemain muda De Ligt ini sebagai target utama di bursa transfer musim panas ini yang mereka harapkan untuk menyelesaikan masalah mereka.

De Ligt menjadi pemain dengan aset terpanas pada bursa transfer kali ini. Walaupun usianya masih berusia 19 tahun, dia sudah mempunyai sejarah yang cukup ia jadikan sebagai modalnya. De Ligt bahkan sudah dipercaya mengenakan ban kapten Ajax dan menjadi pemain inti timnas senior Belanda. Semoga De Ligt bisa konsisten menunjukkan kemampuannya.

Pemain seperti itu jelas tidak akan disia-siakan raksasa-raksasa Eropa. Awalnya, MU hanya bersaing dengan Barcelona saat memperebutkan De Ligt, tetapi PSG kemudian ikut terjun dalam pemburuan De Ligt dan membuat negosiasi semakin sulit. Tentunya MU tetap harus mempertahankannya demi mendapatkan pemain muda asal Belanda tersebut.

MU sempat berada di posisi aman dengan lebih dulu mengejar Barca, namun sesudah itu terdorong mundur dengan Barca karena bisa menjanjikan trofi. MU pun tidak ingin kalah dan mereka juga masih berharap bisa merayu De Ligt, ada hal yang berbeda yang mau di coba yaitu mereka dikabarkan ingin meniru langkah Liverpool ketika mendaratkan Virgil van Dijk dengan penuh usaha.

Namun ternyata ada informasi, menurut laporan yang baru saja di dapatkan dari Independent, sangat di sayangkan MU kian tertinggal dari Barcelona dan PSG (yang banyak di dukung oleh situs judi online) dalam negosiasi De Ligt. Daya tawar Setan Merah lemah meski menjanjikan satu spot di tim inti. Namun keputusan De Ligt memilih klub mana belum terlihat.

MU sudah sempat tidak mempunyai harapan lagi, karena ternyata mereka tak punya alternatif lain. Kabarnya, Ed Woodward sudah tidak ada opsi lain dan akan menyudahi pencarian bek tengah apabila benar-benar gagal merayu De Ligt.

Keputusan akhirnya sudah jelas akan mengeluarkan amarah fans setia MU. Setelah pencapaian musim 2018/19 yang begitu buruk dan belum ada kemajuan, mereka harus segera memikirkan dan kembali untuk membangun skuad dengan pemain-pemain terbaik, tetapi sepertinya Ed Woodward tidak memahami itu dan tidak terlalu luas membuat perencanaan yang lebih baik.

Bek Tengah MU

Saat ini satu-satunya bek tengah MU yang terbilang cukup baik adalah Victor Lindelof. Opsi lain masih masuk dalam kategori cukup baik seperti Chris Smalling, Phil Jones, dan Eric Baily walaupun mereka tidak pernah menemukan konsistensi permainan. Bek tengah MU hanya tak cukup bagus. Untuk itu MU benar-benar membutuhkan Matthijs de Ligt sebagai calon Bek Tengah yang bisa berharap bisa memajukan klub.

Sebenarnya masih ada nama pemain berusia 29 tahun Marcos Rojo, tetapi pemain Argentina ini selalu berurusan dengan cedera dengan jaga waktu yang cukup panjang. Untuk itu ini menjadi pertimbangan karena kesempatan saat ia bermain hanya bisa dihitung dengan jari.

Menurut rumor yang beredar, selain De Ligt, MU ternyata juga diam-diam mengamati situasi Kalidou Koulibaly dan Harry Maguire. Namun ada beberapa yang di fikirkan kembali oleh MU karena Koulibaly terlalu memberikan harga yang merogoh kocek yang banyak alias mahal, dan tentu MU tidak mau memenuhi permintaan harga Napoli.

Kalau alasan kedua untuk Maguire, yaitu MU harus bersaing dengan Manchester City karena bukan hanya MU yang berusaha mendapatkannya Man Citypun tak mau kalah, yang berarti mereka tak bisa hanya menawarkan uang. Dan juga, kabarnya klub Leicester City Maguire selama ia masih menjalani karirnya tidak berniat melepaskan pilar pertahanan mereka. Namun tetap saja prioritas utama MU Matthijs De Ligt.

Manchester United Mulai Curi-Curi Pandang Dan Peluang Untuk Datangkan Mario Lemina

Baru-baru ini berita datang dari Manchester United dimana disebut mulai bergerak untuk mendatangkan gelandang Southampton berusia 25 tahun, Mario Lemina. MU bisa saja mendatangkan Lemina yang dipercaya dan juga yakin bisa menyelesaikan masalah Setan Merah pada musim 2019/20 mendatang.

Di kutip informasi dari Sky Sports, Lemina sendiri telah mendapatkan izin berbicara dengan klub-klub lain oleh Southampton. Dia tidak masuk dalam skuad Southampton yang tengah menjalani training camp pramusim di Austria.

Southampton sudah menyadari ada sejumlah klub yang tertarik mendatangkan pemain 25 tahun ini. Lemina sendiri telah berhasil memberikan catatan dengan tampilan sebanyak 46 kali untuk The Saints sejak mendarat dari Juventus pada 2017 dua tahun lalu.

Ketertarikan MU ini tentu menjadi saingan untuk Arsenal yang sudah terlebih dahulu mengamati curi-curi pandangan dengan situasi Lemina. Leminta sendiri merupakan target lama Arsenal ketika masih ditangani Arsene Wenger, tetapi pada akhirnya Lemina justru bergabung dengan Southampton.

Kabarnya, saat itu Wenger sendiri yang menghentikan usaha transfer Arsenal untuk Lemina. Entah mengapa, tidak ada penjelasan yang pasti, pelatih dengan segudang pengalaman itu tiba-tiba menghentikan pergerakan untuk Lemina.

Kini, justru MU yang mulai mendekati Lemina. Ole Gunnar Solskjaer sebagai pelatih MU memerlukan gelandang seperti Lemina yang bisa bermain cepat dengan kemampuan yang ia miliki. Namun MU tidak sendiri, ada Leicester City dan Atalanta yang juga tertarik mendatangkan Lemina.

“Saya masih terikat kontrak tiga tahun lagi, tetapi benar bahwa saya tidak menolak kemungkinan menemui klub lain. Pelatih mulai merancang tim. Saya ingin memulai awal baru. Jadi mengapa tidak pergi?” kata Lemina bulan lalu.

Recana Kerja MU

Ketertarikan dari Solskjaer terhadap Lemina dapat dipahami. Dia masih 25 tahun, dan potensinya bisa berkembang di bawah tangan yang tepat. Solskjaer yakin bisa mendapatkan gelandang top dalam diri Lemina. Dan besar harapan yang di berikan untuk pemain berdarah Prancis tersebut untuk membuat masa depan MU lebih baik.

MU juga disebut sudah menyiapkan tawaran untuk gelandang Newcastle, Sean Longstaff. Setelah mendaratkan dua pemain muda: Daniel James dan Aaron Wan-Bissaka, pembangunan skuad Solskjaer mulai terbaca. Lemina akan menjadi urutan ke tiga pemain anyar yang di datangkan MU.

Solskjaer tampaknya lebih senang membangun tim perlahan-lahan dengan pemain-pemain muda. Dengan cara itu, tekanan terhadap skuad MU tidak akan terlalu tinggi. Para pemain bisa bermain lebih tenang untuk membuktikan diri dan terutama bisa nyaman berada di skuad Setan Merah ini.

Akhirnya PSG Yang Berhasil Amankan Philippe Coutinho Seusai Copa America 2019

Berita yang masih simpang siur mengenai klub yang akan diperkuat Philippe Coutinho pria berusia 27 tahun ini, Philippe Coutinho pada musim depan sepertinya mulai terungkap. Playmaker Barcelona itu di beritakan akan bergabung dengan PSG setelah pagelaran Copa America 2019 sudah usai.

Pemain 27 tahun itu dipercaya masuk dalam daftar transfer Barcelona di musim panas ini dengan kemampuan yang di tunjukkan oleh Coutinho untuk itu ia di percayakan. Coutinho dikabarkan akan dipecat oleh Ernesto Valverde setelah satu setengah tahun terakhir ia gagal memenuhi ekspektasi sang pelatih. Dan membuat beberapa yang sudah berharap jadi hilang harapan.

Sejauh ini ada beberapa klub yang sudah mengantri tanda tangan Coutinho. Ada Manchester United, Chelsea dan yang terakhir PSG yang dikabarkan berebut tanda tangan dan terus berusaha mencuri hati sang playmaker.

Namun menurut laporan AS, yang berhasil yaitu PSG menjadi klub yang mencuri hati Coutinho dan mengamankan tanda tangannya juga. Sang pemain mulai dijadwalkan akan bergabung dengan Les Parisien setelah Copa America 2019.

Direktur teknik PSG yang baru, yaitu Leonardo dikabarkan bergerak cepat untuk mengamankan tanda tangan Coutinho. Mereka diberitakan sudah menghadap manajemen Barca untuk transfer sang pemain. Tentu ini merupakan kesempatan yang tidak boleh di kasih gerak lamban harus cepat agar bisa memiliki Coutinho sepenuhnya.

Setelah melalui beberapa topik diskusi, kedua pihak sepakat untuk melakukan transfer sang playmaker. Namun laporan itu tidak merinci berapa uang yang harus dikeluarkan untuk mantan pemain Liverpool tersebut. Tetapi ini sudah di nyatakan sah.

Coutinho diberitakan akan langsung melapor ke Prancis setelah tugasnya bersama Timnas Brasil di Copa America 2019 telah selesai. Menurut kabar berita ia dijadwalkan akan menjalani tes medis sebelum diperkenalkan sebagai bagian dari Les Parisien yang baru.

Tolak ke Inggris

Menurut laporan tersebut, Coutinho pada awalnya memiliki niat dan keinginannya untuk kembali ke Inggris. Namun ia membatalkan rencananya itu karena melihat situasi yang ada dan tidak memadai.

Ia menolak secara terang-terangan di khalayak ramai tentang tawaran dari Manchester United. Namun ia hanya menghormati mantan klubnya, Liverpool sehingga ini sebabnya ia tidak bersedia bergabung ke rival abadi The Reds tersebut.

Sementara pilihan terakhir nama klub yang masuk, Chelsea dimana klub ini terkena embargo transfer, sehingga satu-satunya opsi yang tersedia untuk menyelamatkan masa depannya adalah pindah ke PSG.

Benfica Angkat Bicara Soal Joao Felix Akan Merapat Di Atletico Madrid

Raksasa Portugal Benfica angkat bicara soal kabar yang mengatakan bahwa pria muda berusia 19 tahun, Joao Felix akan segera merapat dan mempunyai ketertarikan ke Atletico Madrid.

Felix menjadi sorotan banyak klub besar Eropa sejak musim lalu. Pasalnya Felix berhasil memberikan label sebagai salah satu talenta muda paling top di Benua Biru. Dan ini menjadi suatu kebanggaan yang banyak orang menggandrungi.

Saking besarnya bakatnya dan modal yang sudah ia punya, ia sempat diberi label sebagai The Next Cristiano Ronaldo. Pada musim 2018-19 kemarin, ia berhasil sudah memberikan penampilannya sebanyak 37 pertandingan bersama Benfica di semua ajang kompetisi.

Lalu, ia sudah berhasil menyumbangkan 19 gol plus delapan assist. Ia pun juga diandalkan oleh Portugal yang berpartisipasi di ajang UEFA Nations League. Sangat besar banyak yang berharap dengan pria muda ini untuk terus mendapatkan prestasi yang membanggakan.

Beberapa klub-klub seperti Real Madrid, Bayern Munchen, Arsenal, Liverpool, Manchester United, Juventus, Manchester City disebut saling berlomba-lomba demi mengamankan tanda tangannya. Akan tetapi kemudian yang sekarang muncul kabar yaitu Atletico Madrid tiba-tiba berhasil memenangkan perburuan pemuda 19 tahun itu. Yang justru nama Atletico Madrid tidak masuk dalam daftar klub-klub yang mengincar tanda tangan Felix.

Atletico disebut siap menebus klausul rilis Felix yang bernilai 120 juta euro. Sungguh ini bukan angka yang kecil. Ia juga disebut akan diberi gaji sebesar tujuh juta euro per musim dan menjadi pemain bergaji tertinggi ketiga setelah Diego Costa dan Alvaro Morata.

Bantahan Atletico

Namun, kabar ini langsung mendapat respon dari pihak Benfica. Mereka membantah bahwa sang superstar akan gabungnya ke Atletico.

“Mengingat serangkaian berita yang diterbitkan dalam jam-jam terakhir ini, Sport Lisboa e Benfica mengklarifikasi bahwa adalah salah bahwa setiap proses negosiasi saat ini sedang berlangsung mengenai kemungkinan transfer pemain Joao Felix,” kata klub dalam sebuah pernyataan di situs resminya.

“Ketentuan untuk negosiasinya bersifat publik dan diketahui, dengan mempertimbangkan klausul pemutusan yang ditentukan dalam jumlah 120 juta euro.”

Soal Biaya Yang Harus Dikeluarkan Agen

Sementara itu didalamnya ada beberapa laporan terpisah, ada kabar bahwa agen Felix yakni Jorge Mendes, akan mendapatkan dana yang besar dan juga melimpah dari transfer sang gelandang. Ia dikabarkan bakal mendapat bagian 30 persen. Tentu angka yang kecil jika di lihat dari pendapatan dana yang melimpah.

Itu artinya ada potensi kemungkinan ia akan mendapat bagian sekitar 36 juta euro. Namun Benfica menekankan dan angkat bicara untuk menegaskan bahwa kabar itu juga kabar palsu atau hoaks.

“Yang lebih serius, dan yang pantas mendapat penolakan dan penolakan kami yang paling keras, adalah berita palsu yang merujuk pada negosiasi yang melibatkan komisi 30 persen dan, yang sayangnya, digaungkan di Portugal oleh surat kabar A Bola,” pernyataan itu melanjutkan.

“Kami ulangi: informasi ini benar-benar palsu, tidak masuk akal dan memiliki niat yang jelas untuk reputasi dan martabat Benfica.” tutupnya.

Sesudah 3 Klub Gagal, Saat Ini Adrien Rabiot Sedang Dekat Dan Siap Ikut Klub Asal Italia

Sejarah transfer gelandang PSG berusia 24 tahun ini, Adrien Rabiot yang saat ini sudah memasuki babak baru. Adrien Rabiot mengatakan bahwa dirinya saat ini sedang menjalani komunikasi dan pendekatannya untuk bergabung dengan Juventus.

Adrien Rabiot dipastikan tidak lagi menunjukkan performanya di tengah lapangan dengan memakai seragam PSG lagi pada musim depan. Karena, dia telah memilih untuk tidak menerima tawaran kontrak baru dari klub yang diajukan sejak awal musim 2018/19 lalu. Itu artinya ia sudah benar-benar memikirkan untuk pindah ke Juventus.

Walaupun, kesepakatan peraturan yang sudah di sahkan pemain berusia 24 tahun tersebut dengan PSG akan habis pada tanggal 30 Juni 2019 tepatnya sampai akhir bulan ini. Artinya pada tanggal 30 nanti, Adrien Rabiot bisa pindah dengan status bebas transfer di musim panas 2019 ini.

Berita yang beredar ternyata Adrien Rabiot sudah melirik-lirik peluang untuk pindah klub sejak Januari 2019 yang lalu. Bahkan berita yang beredar ia sempat dikabarkan diam-diam dia sudah menjalin negosiasi dengan Barcelona. Namun saja, belum ada kesepakatan yang antara dua pihak sampai sekarang.

Pemain kelahiran Saint-Maurice itu juga sempat diberitakan memberikan opsi kedua yaitu dengan menjalin komunikasi dengan Real Madrid. Tapi, adanya perubahan komposisi pelatih di Los Blancos membuat negosiasi Adrien Rabiot dengan Real Madrid sudah putus.

Ada juga berita yang mengatakan Adrien Rabiot juga sempat disebut akan pindah ke tiga klub yang sudah ia rencanakan yaitu Manchester United, Arsenal hingga Tottenham. Namun itu hanya berita iklan saja, karena tidak satu pun kabar tersebut yang berujung pada pengumuman Adrien Rabiot sebagai pemain baru di tiga klub tersebut.

Dan kabar yang paling terupdate sekarang yaitu Adrien Rabiot sekarang sedang membuka peluang dan mulai aktif menjalin komunikasih jika ia akan pindah ke Juventus. Dan kabar ini tidak di hempas dengan pihak Adrien Rabiot dan juga tidak munafik bahwa memang adanya kabar kepindahan ke sang juara Serie A tersebut.

“Juventus adalah sebuah klub besar dan saya pikir semua orang punya keinginan untuk bermain di sana. Itu memang benar, saya memiliki komunikasi dengan Juventus,” ucap Adrien Rabiot pada Tuttosport.

Peluang Adrien Rabiot di Juventus

Ini menjadi sebuah kesempatan untuk Adrien Rabiot karena memang Juventus sedang memburu dan juga membutuhkan satu tambahan pemain di sektor gelandang. Dalam daftar paling atas pemain yang mengarahkan untuk Juventus adalah gelandang milik Manchester United, Paul Pogba pria usia 26 tahun.

Namun sangat di sayangkan, karena kemungkinan peluang untuk membeli Paul Pogba dinilai cukup kecil. Selain harga yang sangat mahal, yang menjadi pertimbangan United, klubpun juga diragukan bakal melepas pemain asal Prancis. Sebab, Paul Pogba adalah bintang utama klub. Tentu bukan suatu hal yang mudah.

Itu dia sebabnya, mengapa Juventus membuka peluang kesempatan untuk mencari alternatif jika gagal membeli dan mempunyai kemungkinan yang sangat kecil untuk Paul Pogba. Dan Adrien Rabiot menjadi opsi selanjutnya yang dinilai sebagai kandidat yang paling ideal. Apalagi, dengan statusnya yang bebas transfer. Ini memudahkan Juventus memboyongnya.

Pencapaian yang sudah di kerjakan Adrien Rabiot hanya memainkan 12 laga di Ligue 1 pada musim 2018/19 lalu bersama PSG. Memang di sadari minimnya jumlah bermain Adrien Rabiot tidak lepas dari pihak klub yang tidak memperhatikan statusnya karena enggan menyetujui adanya kontrak baru.

Keputusan Bijak Manchester United Saat Menolak Gareth Bale Di Bursa Transfer

Pada akhirnya keputusan Manchester United untuk menyerah dan mengakhiri ketertarikan mereka terhadap penyerang sayap Real Madrid, Gareth Bale. Menurut banyak berita yang sudah di rangkum, ini merupakan keputusan yang dibuat dan tercipta karena Setan Merah telah mengubah kebijakan transfer mereka di bursa transfer. Dengan harapan sudah tidak ada lagi berita simpang siur tentang transfer ini.

Mantan pemain sepak bola Norwegia yang sekarang menjadi penanggung jawab klub Inggris MU, Ole Gunnar Solskjaer memasuki bursa transfer dengan tujuan ingin mengincar pemain-pemain muda, sebisa mungkin para pemain asli dari Inggris, tentunya juga dengan talenta yang menjanjikan. Dia mempunyai keinginan untuk merombak skuad untuk perkembangan jangka panjang.

Kutipan berita dari Metro, seperti yang di ketahui Bale merupakan pemain yang sudah lama dihubungkan dengan MU. Dia dinilai bisa menyelesaikan masalah lini serang MU yang terkadang para pemain lainnya kesulitan memecah pertahanan lawan. Dulu jika Bale hadir di harapkan bisa menjanjikan banyak gol untuk klub MU.

Menurunkan Bale bukanlah hal yang mudah, dan jelas sekali untuk mampu membayarnya harus sanggup mengeluarkan biaya yang mahal. Kabarnya, dia mendapatkan gaji sebesar 600.000 poundsterling per pekan di Santiago Bernabeu. Dan saat ini Bale masih terikat kontrak hingga tiga tahun ke depan.

MU awalnya tertarik, terlebih karena Real Madrid terus menawarkan sang pemain pada mulanya. Namun, di bawah instruksi dan kebijakan transfer baru ala Solskjaer, minat untuk memboyong Bale pun sirna. Lalu pihak klub lebih memecayai keputusan Solskjaer.

Pendekatan transfer MU itu terbukti dari pembelian Daniel James dan berhasil mendapatkannya. Dengan membeli pemain muda seperti James, MU telah mengambil risiko menunggu perkembangan James untuk jadi salah satu pemain terbaik mereka di masa depan, yang berarti masa-masa awalnya bakal sulit. Yang di perlukan bersabar semoga James bisa membuktikannya segera.

Bisa di katakan pada akhirnya dengan adanya perubahan kebijakan transfer ini tidak membuat situasi menjadi buruk, namun bukan berarti berubah jadi baik. Semuanya tergantung pelatih dan juga di bantu dengan peran para pemain didalamnya.

Meniru Sir Alex

Jika melihat perkembangannya beberapa tahun terakhir ini, MU telah menghabiskan cukup banyak uang dalam bentuk pembelian pemain baru dan memberikan gaji. Mereka sudah pernah mengambil langkah yang seharusnya memang mereka putuskan dengan mendatangkan pemain bintang dengan harga selangit.

Namun, kebijakan transfer itu terbukti keliru dan tidak membuahkan hasil yang begitu baik pemain tersebut, Alexis Sanchez. MU membayar Sanchez dengan gaji selangit hanya untuk menghangatkan bangku cadangan, nah kesalahan inilah yang tak mau mereka ulangi dengan Garet Bale. Karena ini sama saja membeli pemain namun tidak dengan posisi yang di butuhkan tim.

Dengan persetujuan di awal besarnya gaji Sanchez itu jadi sumber masalah baru. Pemain-pemain MU yang lain jadi berlomba-lomba meminta gaji yang lebih besar untuk meneken kontrak baru. Ini menjadi masalah yang lumayan cukup rumit.

Dahulu, di era Sir Alex Ferguson, MU sering berinvestasi pada pemain-pemain muda asli Inggris, dan sepertinya Solskjaer mencoba meniru pria berusia 77 tahun tepatnya mantan bosnya. Kita lihat ya apakah rencananya bisa berjalan kita doakan saja sebagai pendukung setia MU.

Hanya Memikirkan Untung Rugi, Chelsea Dan Juventus Buat Maurizio Sarri Kesal

Pelatih berusia 60 tahun asal Italia, Maurizio Sarri, sedang marak di bicarakan karena ia dikabarkan sedang kesal dengan sikap Chelsea yang belum jelas dan belum di susun soal masa depannya. Sarri kabarnya sudah setuju untuk cepat-cepat angkat kaki ke klub asal Itali, Juventus, tetapi Chelsea beberapa kali mengubah beberapa kali cara sikap mereka, terkadang rela, lalu tidak.

Rumor berita yang sekarang ini sedang banyak di bicarakan tentang masa depan Sarri, dan ini menjadi salah satu pemanis di tengah panasnya berita transfer pemain-pemain Eropa. Tidak terlepas dari prestasi yang sudah Sarri buktikan dirinya dengan trofi Liga Europa, namun Sarri belum mendapatkan kepercayaan penuh dari pihak klub dan fans. Inilah yang menjadi pertimbangan untuk Sarri.

Yang di kutip dari Metro, kekalahan dan kemenangan dimasa depan Sarri ini sudah terungkap dan terbaca dari berita yang beredar di media sejauh ini. Beberapa waktu yag lalu, Chelsea dikabarkan sudah setuju dengan ketentuan yang berlaku. Namun ini ternyata ini tidak berjalan lama, beberapa hari kemudian, Chelsea diberitakan memikirkan kembali ulang keputusan untuk perpisahan Sarri ke Juventus. Sikap tidak sportif inilah yang membuat Sarri kesal.

Tentu setiap orang juga tidak suka di permainkan bukan? ini dia sebabnya Sarri cukup kecewa karena ia hanya menginginkan keputusan secepat mungkin. Sarri sudah setuju meneruskan jejak Massimiliano Allegri di Turin, Chelsea juga senang bisa berpisah. Namun, sepertinya The Blues tidak mau rugi, dan tidak memikirkan perasaan Sarri.

Menurut laporan, Chelsea dipimpin Marina Granovskaia dalam negosiasi dengan Juventus. Di sinilah nasib Sarri ditentukan, Granovskaia juga di kabarkan tidak mau melepas Sarri tanpa kompensasi yang setimpal. Dan ini menjadi pembicaraan yang cukup panas dan harus memikirkan siapakah pengganti Sarri.

“Sarri punya masalah meninggalkan Chelsea. Saat ini dia menggerutu dan sedikit pesimistis, kami mendengar kabar ini dari dia pagi ini, tetapi Sabtu kemarin Juve berkata pada saya bahwa kesepakatan itu bakal segera tercapai,” ujar Fabrizio Corsi, mantan bos Sarri di Empoli.

“Itu kabar Sabtu kemarin, dan sekarang sudah Rabu [Kamis WIB kemarin]. Saya berharap semua pihak bisa menyelesaikan masalah ini.” ujarnya

Ganti Rugi Harus Sebanding

Terlepas dari berita kesepakatan Chelsea, ngomong-ngomong Juventus disebut juga sudah mencapai kesepakatan dengan harga 6,2 juta poundsterling per tahun untuk Sarri, yang dikabarkan sudah meninggalkan rumahnya di Cobham untuk mengantisipasi angkat kaki ke Turin. Sepertinya Sarri benar-benar sudah mempersiapkannya dengan matang.

Itu tidak masalah untuk Chelsea karena sebenarnya ini menjadi sebuah keuntungan dan bisa dimanfaatkan karena nyatanya Sarri masih terikat kontrak dua tahun lagi. Sebab itu mereka masih menggandoli Sarri dengan harapan Juve mau meningkatkan penawaran mereka. Dan Chelsea semakin untung.

Namun sikap Chelsea itu cukup berisiko, tetapi mereka tak terlalu cemas karena ternyata mereka sudah menentukan beberapa kandidat pengganti Sarri. Dan nama Frank Lampard disebut sebagai calon utama, yang masuk paling teratas di berita media, dan juga ada nama Javi Garcia dan Erik ten Hag. So kita tunggu saja bagaimana informasi kelanjutannya tentang nasib Maurizio Sarri.

  • 1
  • 2